Text
Indonesia: Pariwisata Nusantara
Kepergian seseorang atau sekelompok orang melakukan perjalanan dari satu tempat ketempat lainnya adalah merupakan suatu tuntutan dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu kala. Perjalanan tersebut dilakukan karena tuntutan atau dorong an berbagai macam kepentingan serta tujuan antara lain kepentingan bersantai, tujuan ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, kesehatan, memperluas pengetahuan dan lain sebagainya.
Dengan demikian pariwisata sebenarnya bukanlah merupakan hal yang baru.
Dalam bentuknya yang sederhana dahulu dikenal "bertamasya" Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka bentuk kegiatan pariwisata semakin menjadi kegiatan yang lebih luas, bahkan telah menjadi suatu industri yang dapat menjadi sumber devisa yang andal dalam perekonomian suatu negara. Negara Republik Indonesia memiliki aneka ragam budaya, keindahan alam dengan berbagai variasi flora dan faunanya, peninggalan sejarah, tata hidup dan adat istiadat yang unik dan tersebar diseluruh wilayah nusantara namun tetap dalam satu kesatuan, merupakan daya tarik yang perlu secara terus menerus digali dan dikem bangkan.
Potensi pariwisata tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas baik di dalam maupun ke luar negeri. Usaha pengenalan potensi kepariwisataan Indone-sia kepada masyarakat dalam negeri adalah dalam rangka memupuk rasa cinta tanah air serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Selanjutnya agar tujuan ekonomis pengembangan pariwisata Indonesia dapat tercapai, maka sikap dan tingkah laku sebagai tuan rumah yang bersahabat terhadap pengunjung, baik dalam negeri maupun mancanegara perlu selalu ditingkatkan dengan upaya memelihara "Sapta Pesona" yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah-tamah dan Kenangan.
Pada umumnya kegiatan pariwisata memerlukan sarana angkutan, akomodasi, restoran, barang-barang cinderamata dan lain-lain. Penyediaan berbagai keperluan tersebut melibatkan banyak tenaga kerja sehingga pariwisata akan membuka kesem-patan berusaha dan lapangan kerja yang luas.
Sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan arus perjalanan wisata dalam negeri. Direktorat Jenderal Pariwisata menerbitkan buku dengan judul "Pariwisata Nusantara" yang memuat obyek-obyek wisata di 27 propinsi serta petunjuk praktis untuk mengunjunginya sehingga diharapkan dapat berfungsi sebagai "Petunjuk Per-jalanan Pariwisata Dalam Negeri". Rute Perjalanan serta berbagai sarana wisata seperti angkutan akomodasi, Biro Perjalanan, Pusat Hiburan, Pusat Perbelanjaan dan sebagai-nya yang dimuat dalam buku ini hanyalah sebagian saja dari yang terdapat pada masing-masing daerah/propinsi, mengingat terbatasnya lembaran yang tersedia.
Dengan diterbitkannya buku ini disertai dengan upaya perbaikan dari buku yang diterbitkan sebelumnya diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat serta lebih terdorong untuk merencanakan dan melaksanakan perjalanan wisata dalam negeri.
Jakarta, Oktober 1989
DIREKTORAT JENDERAL PARIWISATA
Tidak tersedia versi lain